Jumat, 08 Juli 2016

AL QUR'AN HADIS: KEAUTENTIKAN AL-QURAN

MEMBUKTIKAN KEAUTENTIKAN AL-QURAN DI TINJAU DARI SEGI KEUNIKAN REDAKSINYA, KEMUKJIJATANNYA DAN KESEJARAHANNYA.
1.       Keautentikan Al-Quran dari segi redaksinya.
Sebagai Mukjizat Nabi Muhammad SAW, tidak akan ada seorangpun manusia dan bangsa jin, baik secara sendiri maupun berkelompok yang mampu membuat karya serupa Al-Quran, Meskipun hanya satu ayat, sebagai mana di jelaskan di dalam Q.S Al-isra : 88 sebagai berikut :
Artinya : Katakanlah: "Sesungguhnya jika manusia dan jin berkumpul untuk membuat yang serupa Al Quran ini, niscaya mereka tidak akan dapat membuat yang serupa dengan Dia, Sekalipun sebagian mereka menjadi pembantu bagi sebagian yang lain".
Selain itu, keautentikan dan kebenaran redaksi Al-Quran juga telah mendapat jaminan dan penjagaan dari Allah SWT. Sebagaimana di jelaskan dalam Q.S Al Hijr ayat 9 sebagai berikut :
Artinya : Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Quran, dan Sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya
2.       Keautentikan Al-Quran dari kemukjizatannya.
Al-Quran dinyakini sebagai mukjizat yang terbesar dan kekal abadi, mempunyai kedudukan mulia, serta mendapat tempat yang agung di hati kaum muslimin karena keautentikannya. Selain itu Al-Quran merupakan kitab yang paling lengkap dan sempurna. Oleh sebab itu Al-Quran mempunyai beberapa keistimewaan yang tidak di miliki oleh kitab-kitab Allah yang lainnya, sebagai mukjizat yang terkandung di dalamnya. Diantara kemukjizatan atau keistimewaan itu sebagai berikut :
a.       Al-Quran membenarkan dan melengkapi Kitab-kitab Allah sebelumnya.
Perhatikan firman Allah Sebagai berikut :
Artinya : Dan Kami telah turunkan kepadamu Al Quran dengan membawa kebenaran, membenarkan apa yang sebelumnya, Yaitu Kitab-Kitab (yang diturunkan sebelumnya) dan batu ujian terhadap Kitab-Kitab yang lain itu. ( Q.S Al-maidah : 48)

b.      Menjadi pedoman Hidup sampai akhir jaman.
Al-Quran Adalah Kitab Allah yang diturunkan paling akhir setelah kitab-kitabnya yang lain. Oleh sebab itu Al-Quran adalah pedoman yang harus digunakan umat manusia Sampai akhir zaman.
Sebagai mana sabda Rasulullah SAW.
تركت فيكم أمرين لن تضلوا ما إن تمسكتم بهما كتاب الله وسنة رسوله (رواه مالك)
Artinya : Aku tinggalkan dua perkara untukmu, tidak akan sesat kamu selama engkau berpegang teguh kepadanya, yaitu kitab Allah ( Al-Quran ) dan sunnah Rasulullah. (H.R. Malik)

c.       Gaya bahasa redaksi, dan isi kandungannya yang luar biasa dan tak tertandingi oleh siapapun.
Selain isinya yang lengkap dan sempurna dari segi gaya bahasa dan redaksinya juga memilikikeindahan yang luar biasa. Keindahan gaya bahasa Al-Quran tersebut dapat menaklukan gaya bahasa para ahli syair dan sastra pada masa itu,bahkan pada masa sekarang sekalipun.
Keindahan Uslub Al-Quran benar-benar membuat orang-orang Arab dan non-Arab kagum dan terpesona. Kehalusan bahasa dan keunikan yang menakjubkan dalam ekspresi, baik yang Abstrak maupun kongkrit yang dapat mengungkapkan rahasia keindahan dan kesucian Al-Quran. Di dalam Al-Quran terkandung nilai-nilai istimewa yang tidak terdapat dalam ucapan manusia.
Al-Quran dalam gaya bahasanya yang menakjubkan, mempunyai beberapa keistimewaan, di antaranya adalah sebagai berikut :
Ø  Al-Quran menggunakan bahasa yang lembut
Ø  Bahasa Al-Quran sesuai bagi orang awam ataupun kaum cendikiawan.
Ø  Al-Quran sesuai dengan akal dan perasaan, Al-Quran memberikan Dokrin pada Akal dan Hati yang Mengandung kebenaran dan keindahan.’
Ø  Al-Quran kaya akan pembendaharakan kata, padat akan makna, serta sangat indah dan bijaksana dalam mengungkapkan isinya.
Ø  Mengandung petunjuk-petunjuk ilmiyah.
Di dalam Al-Quran terdapat banyak ayat yang mengandung inspirasi bagi pengembangan ilmu pengetahuan,misalnya pada beberapa ayat berikut ini :
1). Inspirasi bagi ilmu astronomi dan kosmologi
Firman Allah SWT :
Artinya : Dan matahari berjalan ditempat peredarannya. Demikianlah ketetapan yang Maha Perkasa lagi Maha mengetahui. Dan telah Kami tetapkan bagi bulan manzilah-manzilah, sehingga (setelah Dia sampai ke manzilah yang terakhir) Kembalilah Dia sebagai bentuk tandan yang tua. ( Q.S Yasiin :38-39)

2) insprirasi bagi ilmu biologi.
Firman Allah
Artinya : Dan Sesungguhnya pada binatang ternak itu benar-benar terdapat pelajaran bagi kamu. Kami memberimu minum dari pada apa yang berada dalam perutnya (berupa) susu yang bersih antara tahi dan darah, yang mudah ditelan bagi orang-orang yang meminumnya. (Q.S An-Nahl :66)
3.       Keautentikan Al-Quran dari Segi Kesejarahan.
Al-Quran turun dalam kurun waktu sekitar 22 tahun 2 bulan 22 hari. Kondisi masyarakat Arab pada saat turunnya Al-Quran Masih sederhana dan bersahaja, belum mengenal baca tulis, serta menyukai kesusastraan Al-Quran mencapai tingkat tertinggi dari segi keindahan bahasanya dan sangat mengagumkan, baik bagi orang mukmin maupun orang kafir. Beberapa hal itu menjadi faktor penunjang di hafalkannya ayat-ayat Al-Quran oleh Rasulullah SAW. Dan para sahabatnya. Bahkan tercatat dalam sejarah bahwa banyak sahabat hafal Al-Quran. Dalam perang yamamah saja , tercatat ada 70 orang  penghafal AlQuran yang Mati syahid
                Untuk menjamin terpeliharanya Al-Quran, di samping di hafalkan, Rasulullah SAW juga memerintahkan para sahabatnya untuk menuliskannya. Setiap ada ayat yang turun,Rasulullah SAW memanggil beberapa sahabat yang kenal pandai menulis untuk menuliskannya. Beliau juga memberi tahukan tempat dan urutan setiap ayat dalam surahnya. Ayat-ayat tersebut mereka tulis dengan alat dan sarana yang sederhana. Naskah-naskah tulisan ayat tersebut baru di simpan pada masa pemerintahan khalifah Abu Bakar As-Shiddiq, dan baru kemudian di susun dalam bentuk “kitab” pada masa khalifah Usman Bin Affan.
Al-Quran diturunkan kepada nabi Muhammad dengan berbagai cara  ada yang melaui pelantara malaikat jibril dan Ada pula yang langsung diterimanya dari Allah SWT. Menurut para ulama ada beberapa cara Al-Quran diturunkan kepada Rasul Muhammad SAW antara lain :
ü  Wahyu di hembuskan masuk atau di hujamkan kedalam lubuk hati nabi berupa kalam yang di maksudkan atau maknanya saja. Dalam hal ini nabi tidak merasakan apa-apa, hanya secara otomatis terdetak dalam hatinya bahwa wahyu itu telah ada dalam hatinya, Biasanya beliau selalu mengatakan “Ruhul Qudus” telah mewahyukan kepada KalbuKu. Kalimat itu Biasa diucapkan nabi setelah menerima Wahyu.
ü  Allah berbicara langsung kepada Nabi muhammad SAW tanpa pelantara malaikat Jibril, melainkan dengan cara komunikasi di balik hijab (tirai), Baik ketika Nabi dalam keadaan Sadar, atau terjada maupun ketika sedang tidur. Misalnya ketika Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW, menerima wahyu dengan pelantara Nur Allah SWT.
ü  Dengan pelantara malaikat jibril yang di utus untuk menyampaikan Wahyu. Cara ini juga memiliki beberapa sistem tertentu.
ü  Malaikat jibril datang tidak menampakkan dirinya, melainkan berbentuk secara gemerincing lonceng yang keras dan memekakan telinga, cara inilah yang paling berat dirasakan Nabi.
ü  Malaikat Jibril menampakan diri dengan menyamar seorang laki-laki tampan yang menyampaikan sesuatu kepada nabi Muhammad SAW, kemudian Nabi mengulang-ngulangnya sampai hafal, Cara seperti ini sering di saksikan para Sahabat.
ü  Malaikat jibril memperlihatkan diri kepada Nabi muhammad SAW, dalam bentuknya yang Asli dengan sayapnya yang berjumlah 600 lembar dari setiap sayap mempunya ufuk


Tidak ada komentar:

Posting Komentar