MEMBUKTIKAN KEAUTENTIKAN AL-QURAN DI TINJAU DARI SEGI KEUNIKAN
REDAKSINYA, KEMUKJIJATANNYA DAN KESEJARAHANNYA.
1. Keautentikan
Al-Quran dari segi redaksinya.
Sebagai Mukjizat Nabi Muhammad SAW, tidak akan ada seorangpun
manusia dan bangsa jin, baik secara sendiri maupun berkelompok yang mampu
membuat karya serupa Al-Quran, Meskipun hanya satu ayat, sebagai mana di
jelaskan di dalam Q.S Al-isra : 88 sebagai berikut :
Artinya :
Katakanlah: "Sesungguhnya jika manusia dan jin berkumpul untuk membuat
yang serupa Al Quran ini, niscaya mereka tidak akan dapat membuat yang serupa
dengan Dia, Sekalipun sebagian mereka menjadi pembantu bagi sebagian yang
lain".
Selain itu, keautentikan dan kebenaran redaksi Al-Quran juga
telah mendapat jaminan dan penjagaan dari Allah SWT. Sebagaimana di jelaskan
dalam Q.S Al Hijr ayat 9 sebagai berikut :
Artinya :
Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Quran, dan Sesungguhnya Kami
benar-benar memeliharanya
2. Keautentikan
Al-Quran dari kemukjizatannya.
Al-Quran dinyakini sebagai mukjizat yang terbesar dan kekal
abadi, mempunyai kedudukan mulia, serta mendapat tempat yang agung di hati kaum
muslimin karena keautentikannya. Selain itu Al-Quran merupakan kitab yang
paling lengkap dan sempurna. Oleh sebab itu Al-Quran mempunyai beberapa
keistimewaan yang tidak di miliki oleh kitab-kitab Allah yang lainnya, sebagai
mukjizat yang terkandung di dalamnya. Diantara kemukjizatan atau keistimewaan
itu sebagai berikut :
a. Al-Quran membenarkan
dan melengkapi Kitab-kitab Allah sebelumnya.
Perhatikan firman
Allah Sebagai berikut :
Artinya : Dan Kami
telah turunkan kepadamu Al Quran dengan membawa kebenaran, membenarkan apa yang
sebelumnya, Yaitu Kitab-Kitab (yang diturunkan sebelumnya) dan batu ujian
terhadap Kitab-Kitab yang lain itu. ( Q.S Al-maidah : 48)
b. Menjadi
pedoman Hidup sampai akhir jaman.
Al-Quran Adalah Kitab Allah yang diturunkan paling akhir setelah
kitab-kitabnya yang lain. Oleh sebab itu Al-Quran adalah pedoman yang harus
digunakan umat manusia Sampai akhir zaman.
Sebagai mana sabda
Rasulullah SAW.
تركت فيكم أمرين لن
تضلوا ما إن تمسكتم بهما كتاب الله وسنة رسوله (رواه مالك)
Artinya : Aku
tinggalkan dua perkara untukmu, tidak akan sesat kamu selama engkau berpegang
teguh kepadanya, yaitu kitab Allah ( Al-Quran ) dan sunnah Rasulullah. (H.R.
Malik)
c. Gaya
bahasa redaksi, dan isi kandungannya yang luar biasa dan tak tertandingi oleh
siapapun.
Selain isinya yang lengkap dan sempurna dari segi gaya bahasa
dan redaksinya juga memilikikeindahan yang luar biasa. Keindahan gaya bahasa
Al-Quran tersebut dapat menaklukan gaya bahasa para ahli syair dan sastra pada
masa itu,bahkan pada masa sekarang sekalipun.
Keindahan Uslub Al-Quran benar-benar membuat orang-orang Arab
dan non-Arab kagum dan terpesona. Kehalusan bahasa dan keunikan yang
menakjubkan dalam ekspresi, baik yang Abstrak maupun kongkrit
yang dapat mengungkapkan rahasia keindahan dan kesucian Al-Quran. Di dalam
Al-Quran terkandung nilai-nilai istimewa yang tidak terdapat dalam ucapan
manusia.
Al-Quran dalam gaya bahasanya yang menakjubkan, mempunyai
beberapa keistimewaan, di antaranya adalah sebagai berikut :
Ø Al-Quran menggunakan bahasa yang lembut
Ø Bahasa Al-Quran sesuai bagi orang awam ataupun kaum cendikiawan.
Ø Al-Quran sesuai dengan akal dan perasaan, Al-Quran memberikan
Dokrin pada Akal dan Hati yang Mengandung kebenaran dan keindahan.’
Ø Al-Quran kaya akan pembendaharakan kata, padat akan makna, serta
sangat indah dan bijaksana dalam mengungkapkan isinya.
Ø Mengandung petunjuk-petunjuk ilmiyah.
Di dalam Al-Quran terdapat banyak ayat yang mengandung inspirasi
bagi pengembangan ilmu pengetahuan,misalnya pada beberapa ayat berikut ini :
1). Inspirasi bagi
ilmu astronomi dan kosmologi
Firman Allah SWT :
Artinya : Dan
matahari berjalan ditempat peredarannya. Demikianlah ketetapan yang Maha
Perkasa lagi Maha mengetahui. Dan telah Kami tetapkan bagi bulan
manzilah-manzilah, sehingga (setelah Dia sampai ke manzilah yang terakhir)
Kembalilah Dia sebagai bentuk tandan yang tua. ( Q.S Yasiin :38-39)
2) insprirasi bagi
ilmu biologi.
Firman Allah
Artinya : Dan
Sesungguhnya pada binatang ternak itu benar-benar terdapat pelajaran bagi kamu.
Kami memberimu minum dari pada apa yang berada dalam perutnya (berupa) susu
yang bersih antara tahi dan darah, yang mudah ditelan bagi orang-orang yang
meminumnya. (Q.S An-Nahl :66)
3. Keautentikan
Al-Quran dari Segi Kesejarahan.
Al-Quran turun dalam kurun waktu sekitar 22 tahun 2 bulan 22
hari. Kondisi masyarakat Arab pada saat turunnya Al-Quran Masih sederhana dan
bersahaja, belum mengenal baca tulis, serta menyukai kesusastraan Al-Quran
mencapai tingkat tertinggi dari segi keindahan bahasanya dan sangat
mengagumkan, baik bagi orang mukmin maupun orang kafir. Beberapa hal itu
menjadi faktor penunjang di hafalkannya ayat-ayat Al-Quran oleh Rasulullah SAW.
Dan para sahabatnya. Bahkan tercatat dalam sejarah bahwa banyak sahabat hafal
Al-Quran. Dalam perang yamamah saja , tercatat ada 70 orang penghafal
AlQuran yang Mati syahid
Untuk menjamin terpeliharanya Al-Quran, di samping di hafalkan, Rasulullah SAW
juga memerintahkan para sahabatnya untuk menuliskannya. Setiap ada ayat yang
turun,Rasulullah SAW memanggil beberapa sahabat yang kenal pandai menulis untuk
menuliskannya. Beliau juga memberi tahukan tempat dan urutan setiap ayat dalam
surahnya. Ayat-ayat tersebut mereka tulis dengan alat dan sarana yang
sederhana. Naskah-naskah tulisan ayat tersebut baru di simpan pada masa
pemerintahan khalifah Abu Bakar As-Shiddiq, dan baru kemudian di susun dalam
bentuk “kitab” pada masa khalifah Usman Bin Affan.
Al-Quran diturunkan kepada nabi Muhammad dengan berbagai
cara ada yang melaui pelantara malaikat jibril dan Ada pula yang langsung
diterimanya dari Allah SWT. Menurut para ulama ada beberapa cara Al-Quran
diturunkan kepada Rasul Muhammad SAW antara lain :
ü Wahyu di hembuskan masuk atau di hujamkan kedalam lubuk hati
nabi berupa kalam yang di maksudkan atau maknanya saja. Dalam hal ini nabi
tidak merasakan apa-apa, hanya secara otomatis terdetak dalam hatinya bahwa
wahyu itu telah ada dalam hatinya, Biasanya beliau selalu mengatakan “Ruhul
Qudus” telah mewahyukan kepada KalbuKu. Kalimat itu Biasa diucapkan nabi
setelah menerima Wahyu.
ü Allah berbicara langsung kepada Nabi muhammad SAW tanpa
pelantara malaikat Jibril, melainkan dengan cara komunikasi di balik hijab
(tirai), Baik ketika Nabi dalam keadaan Sadar, atau terjada maupun ketika
sedang tidur. Misalnya ketika Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW, menerima wahyu
dengan pelantara Nur Allah SWT.
ü Dengan pelantara malaikat jibril yang di utus untuk menyampaikan
Wahyu. Cara ini juga memiliki beberapa sistem tertentu.
ü Malaikat jibril datang tidak menampakkan dirinya, melainkan
berbentuk secara gemerincing lonceng yang keras dan memekakan telinga, cara
inilah yang paling berat dirasakan Nabi.
ü Malaikat Jibril menampakan diri dengan menyamar seorang
laki-laki tampan yang menyampaikan sesuatu kepada nabi Muhammad SAW, kemudian
Nabi mengulang-ngulangnya sampai hafal, Cara seperti ini sering di saksikan
para Sahabat.
ü Malaikat jibril memperlihatkan diri kepada Nabi muhammad SAW,
dalam bentuknya yang Asli dengan sayapnya yang berjumlah 600 lembar dari setiap
sayap mempunya ufuk
Tidak ada komentar:
Posting Komentar